Rabu, 27 Juni 2012

sama rasa?

Seminggu lalu kita masih saling bicara
terdiam lama menentukan siapa yang duluan bicara
seminggu lalu kita masih bertukar cerita
seminggu lalu Tuhan melihat kita sedang investasi rasa

aku tak mengerti bahasamu, dan kamu tak mengerti bahasaku
jadilah kita bicara melalui bahasa Inggris yang terbata
bicarakan kehidupan, kekaguman, tapi selalu menyembunyikan kepastian
tidak ada yang menyinggung percintaan

dua tahun kita tetap bersama. Tapi tidak setiap hari saling sapa.
kamu sibuk dengan pasanganmu, aku sibuk dengan pasanganku.
kamu sibuk dengan pasanganmu, aku sibuk dengan pasanganku yang baru.
kamu sibuk dengan sekolahmu, aku sibuk dengan pasanganku yang paling baru.
Kamu sakit, aku sakit.
kamu dengan pasanganmu, aku sakit.
aku dengan pasanganku, kamu sakit.
tidak perlu menimbang siapa yang paling sakit.

seminggu ini aku yang paling sakit. Tidak!. mungkin kamu yang paling sakit.
kita berpisah secara tidak baik-baik.
dan aku berharap kamu tetap baik-baik.
karena aku yakin kau akan memohon untuk aku tetap baik.

Jumat, 13 April 2012

Dia..

Dia, dia yang bilang bukan siapa-siapa tapi aku masih tidak percaya. Dia yang bilang tidak akan lama, tapi selalu lama berias di depan kaca sampai binatang melata pun lelah melihatnya. "untuk kesempurnaan" katanya. Dia yang tidak pernah saya lewatkan senyumnya. dia yang tidak pernah menolak permohonanku. Dia yang selalu bilang biasa saja saat aku bilang dirinya menarik, standar mahasiswa Jakarta katanya.

Dia yang selalu bilang setia itu untuk dirinya sendiri, bukan untuk kekasihnya. Dia yang selalu dipukul kekasihnya tapi hanya tertawa sambil mengeluarkan air mata. Dia yang bilang "lebih baik kamu tetap bersamaku daripada dimainkan orang lain". Dia yang selalu membelaku daripada kekasihnya.

Dia yang selalu ingin makan dengan sumpit. Dia yang selalu menutup mata dan menggenggam tangan dengan lama sebelum melahap semuanya, dan akupun mengikutinya. Dia yang selalu menempel gambar momen bersama di dinding kamarnya. Dia yang mengemas cerita hidupnya selalu bahagia padahal tidak sepenuhnya. Dia yang selalu senyum pada semua orang, khususnya wanita. Bukan memandanginya dari atas sampai bawah.

Dia yang selalu merangkul erat walau tidak kedinginan. Dia yang menganggap itu hanya sentuhan di bibir, bukan sebuah ciuman. Dia yang menghabiskan rokoknya di balkon rumah. Dia yang mematikan rokoknya dan membersihkan mulutnya saat tahu aku akan segera ada di sampingnya. Dia yang selalu senyum seberat apapun hidupnya. Dia yang selalu percaya apapun yang aku katakan. Dia yang selalu tidak percaya tiap aku bilang "sayang". Dia yang wangi tubuhnya selalu sama di ingatan.


Dia yang termakan kesenangan rekaan. dia yang melawan kesakitan sendirian, dia yang tubuhnya tidak lagi ditemukan.

Selasa, 13 Maret 2012

datar

empat jam yang lalu berdiri di sana
bersama seseorang yang wajahnya pekat di dalam kepala
tertawa bersama dan berbagi bicara
tidak ada yang menyela dan menunda tawa

tiga jam lalu kami berbagi udara malam
lewati pinggiran Jakarta tanpa berkata.
kali ini lain, tak ada yang saling bicara
kecuali saat bagian atas barisan tiga lampu menyala
dan saya berharap, semoga detik menjadi lama.

Memutar otak bagaimana bisa lebih lama
tidak ada. Ego ini menahan semuanya.
Sial kita harus berpisah.
kau ke rumahmu, aku ke rumahku.
Tidak ada obrolan yang berarti selama dua setengah jam bersama.
sementara bertahun-tahun saya menunggu obrolan tentang "kita".

Kamis, 05 Januari 2012

lima puluh empat menit titipan tuhan

Sore waktu itu tenang, entah karena sayup suara binatang atau karena senyuman wanita di sebelah saya yang baru saja datang. Ditambah sedikit hujan dan titik-titik basah di sekeliling bajunya. Selendang yang menutupi kepalanya disingkap dan mulai mengusap rambut dengan tangan yang kuku-kukunya berbeda warna. "Ah.. I prefer natural one" dalam hati.

Sebelas menit berlalu dan kita tidak saling bicara. Hanya saling mencuri mata berisyarat siapa yang mulai melempar beberapa kalimat. Empat sampai lima orang yang lebih tua meninggalkan kita berdua yang masih enggan mulai berbicara di pelataran gedung di tengah Jakarta, mungkin saya masih sibuk menikmati wanginya bercampur bau hujan. Benar-benar juara! Serius, lebih ke merilekskan pikiran dan jiwa daripada hasrat horny manusia belagak serigala.

Tidak ada pertengkaran yang terjadi sebelum moment kaku ini berlanjut hingga menit ke tiga puluh lima. Dan tetap saya berfikir baik sekali tuhan menitipkan wanita ini kepada saya. Belum cukup mungkin menit-menit terlewat untuk kagum dengannya sekarang. Sampai ia berbicara dengan gusar dengan keadaan basahnya melalui telepon genggamnya, sayang sekali bukan dengan saya. 

sampai menit lima puluh empat sebuah mobil merapat dan memutuskan moment yang hebat itu. Sekilas senyum terlempar ke arah saya, dan wanita yang entah siapa namanya itu pergi tidak tahu kapan kita ketemu lagi. Saya yakin pandangan mata saya mewakili semuanya, murni kagum. Di samping begitu macet dan menyebalkannya Jakarta setiap hari. well, moment seperti ini tetap membuat saya cinta berada di kehidupan Jakarta.

Selasa, 03 Januari 2012

band swadaya vs generasi mp3

Turn on mp3player, geser-geser layar Ipod milih-milih lagu yang pengen didenger, settingan shuffle (tapi ga sambil joget shuffle juga kali. =,= ). Dua sampai tiga lagu udah didenger, tiba-tiba Ipod playing lagu yang udah agak bosen di kuping. Ok, sentuh next! dan kembali dalam keautisan menikmati musik. sekian menit kemudian sebelum lagu abis, sentuh lagi "next" karena pengen denger lagu yang lain. Begitu seterusnya tiap hari.

sesaat gw keinget jaman SMP atau SMA bahkan SD waktu teknologi musik masih kaset lah yang booming di semua kalangan, CD okelah kalo punya uang lebih. :P (CD original yang gw punya cuma 2, Ten2five sama Goodnight Electric. lol).

Jaman itu, jaman dimana gw berusaha ngumpulin duit dari uang jajan atau pemberian dari orang gw sisihkan cuma untuk beli beberapa kaset dari band yang gw suka. Untuk ukuran ekonomi menengah ya cukup perlu irit-irit buat bisa beli kaset band idaman. (sepertinya anak 2000 keatas tidak mengalami)
Bahkan suka berbagi tugas sama kakak gw yang dulu selera musiknya ga beda jauh, kayak gw ngumpulin duit buat beli kaset Sum 41, dia beli kaset Creed. Jadi kita bisa dengerin ga cuma dari 1 band.

Kebayang dong kalo yang ngalamin itu gimana berusaha ngumpulinnya, gimana sayangnya sama kaset itu takut pitanya rusak makanya ga mau direwind karena pengen ulang lagu yang paling disuka. mesti DENGERIN SEMUANYA!.

Pernah suatu hari gw baru banget beli kaset Tipe X album Ska Phobia, di jalan pun sumringah ga sabar pengen denger lagu-lagunya. Gw inget itu waktu SD kelas enam lagi boomingnya ska. Sampe rumah langung gw setel di radio tape. Sip!! senengnya sadis beberapa lagu oke banget. Dan tiba-tiba lagu berhenti dan kasetnya kusut di dalem. Bukan lebay atau gimana, sumpah gw sedih banget kaset yang baru banget gw beli itu kusut karena tape rumah. Mau beli baru pun juga uang dari mana? ngumpulinnya lama. Makanya minjemin ke orang pun setengah hati kalau ga deket-deket amat. Alesannya, takut rusak. :)

Coba kalo sekarang brot. Album tinggal download. kalo males takut kuota abis, ya tinggal download hits-hitsnya aja yang ngetop. Ga perlu tuh dengerin lagu-lagu yang ga enak di kuping ga sesuai selera yang kita beli. Ga perlu lagi beli lagu ga enak. Cari dan download, kompressannya ga bagus, cari download link yang lain. Iseng-iseng download lagu asal, ternyata ga enak, tinggal delete biar ga menuhin harddisk, dan semua GRATIS!
gimana ga enaknya coba temenwan temenwati sekalian yang baca? (kalo ada yang baca). XD

Ok kita ke dunia live. Alright band indie modal swadaya perform! sounding di facebook. "band blablablabla on stage di sini, HTM sekian puluh ribu.". sebar lewat message grup yang sukur-sukur ga di "report as spam". XD

JREEEEEEEEEEEENNGGGG...datanglah respon:

suara pertama : "gosh! ada HTMnya.."
suara kedua : "minggu depan mereka manggung lagi, gratis acaranya. dateng yang itu aja"
suara ketiga : "bagi freepass dong"
suara keempat : "mahal kak, maklum kantong anak sekolahan"
suara kelima : "nunggu jebolan aja" (ini cuma ada di jiwa alay) buahahaha..

"Sesungguhnya sebagian banyak generasimu tidak melewati gimana susahnya generasi pembeli kaset."

gw coba ngajak otakmu mikir dikit. Coba itung biaya latihan aja per jam minimal 30ribu, dilakuin seminggu sekali. belom lagi kalo udah mau manggung, jadwal latian buat sewa studio ditambah pasti duit keluar lebih banyak. Berapa diakumulasikan band itu kalo sebulan latian? dan berapa kalo udah setahun? atau dua tahun? atau 50 tahun lagi kaya cintanya raffi ahmad dan Yuni sarah? banyak banget duit dikeluarin brad!. Belom lagi beli gear, servis gear segala macem. Yang dilakuin buat kepuasan diri sendiri dan kepuasan temenwan temenwati generasi mp3 gratisan seantero dunia internet.

Bener-bener ga ada apa-apanya uang yang dikeluarkan temenwan dan temenwati buat naek angkot nonton kita perform di acara ber-HTM dibandingkan dengan apa yang kita korbanin.

Kita sebagai seniman ga bisa menyalahkan teknologi juga buat semua ini sih ya. Malah harus pinter-pinter mengakali teknologi jadi kendaraan buat makin maju.

Dan kita pun sebagai seniman-seniman swadaya mesti puter otak biar bisa laku. Kasih promo lagu gratis, sebar lewat facebook. Satu lagu belom cukup? oke lagu kedua gratis juga! belom cukup juga? lagu ketiga gratis lagi. dan seterusnya dan seterusnya.

Meskipun begitu, kita sekalipun tidak pernah merendahkan temenwan temenwati sekalian yang ingin nonton live perform dan dengerin lagu gratisan. Kepikiran pun enggak (Sumpah pramuka!!). Malah tetap kita kasih dua jempol terangkat untuk yang menonton dan mau menikmati musik kita. d^.^b . Karena niatan awal kita lah yang ingin menghibur temenwan temenwati sekalian.  *yang di belakang mana tepuk tangannyaaaaa????*

Yah FYI aja nih...
"dibalik kesenangan teman-teman jiwa gratisan. Ada dalam hati kecil seniman-seniman malang berharap respect dan kasian. (mohon hargai kamiiiii!!!! lumayan nih buat recording dan latian) huahahaha..

sekian catatan singkat dengan gaya penulisan asal-asalan.
Best Regard, Band-band swadaya. :p

Selasa, 21 Juni 2011

hole, black shirt and virginity


gw nulis sambil dengerin lagu Recall - DELUHI. dengan maksud bisa ngerecall memory gw yang makin lama makin low.hahaha..

keingetan tentang pembicaraan gw sama beberapa temen lama di sela-sela hidangan makanan cepat saji paling sadis enaknya didunia menurut gw. bikin gw addicted akut like hell. better than SEX pokoknya*halah..*, sebut saja Mcdonald's

gw iseng buka pembicaraan dengan nanya ke temen sebut aja A, B, C
*nama disamarkan, muka di blur, suara disamarkan*

Gw: "Lo kalo tau pacar atau istri lo nanti udah ga virgin. gimana ?"

A: "ah ogah amat, gw aja belom pernah masa dia ud pernah. gw ga ngerasain yang pertama"
(hmmm.. wajar menurut gw. karena emang ego-nya laki-laki selalu pengen menang. ditambah masalah Virginity ini yang menurut gw masih cukup sakral di Indonesia ini.

B: "haha.. biarin aja. soalnya dia nanti juga bukan yang pertama buat gw."
(yaa..yaa..yaa.. cowo mana mau kalah. paling banter ya impas.) :P

C: "tentu kalo bisa yang virgin. karena berarti dia menjaga kehormatan sebaik-baiknya. dan pasti gw secara sadar atau tidak. akan lebih menghormati dia dibandingkan wanita yang lain."
(uyeah.. setuju juga sih gw sama temen gw yang jebolan rohis. LOL tapi gw punya sikap sendiri) 

oh maaaaaan.. segitu penting ya Virginity bagi orang-orang?

pendapat gw...
"Kalo emang lo pure cinta sama cewe. kenapa juga mesti peduliin dia masih virgin atau engga, emangnya lo mau macarin atau hidup sama *sorry* vagina dia doang? engga kan?"
dan temen-temen gw juga pasti tau dan sadar. Cinta itu lebih dari sekadar virginity
dan gw mencontohkan. sebelumnya maaf. bukan menyamakan cewe dan virginitas sebagai barang dagangan, cuma perumpamaan kok.. ^.^v (tolong diralat kalau gw salah)

"Gw dateng ke mall. baaaaanyaaak banget baju yang bagus-bagus. tapi gw tertarik dan suka sama satu baju warna item, sayangnya itu baju item ada cacatnya. bolong di salah satu sisinya entah karena kesangkut atau apa. dan sayangnya, itu baju tinggal satu-satunya di toko itu. ya karena gw suka baju warna itu walaupun ada warna-warna yang lainnya , pasti gw beli baju yang item itu."

dan kalau temen gw tanya gimana kalo gw ngerasain betulan. gimana perasaan gw?
ohohhoo.. gw ud pernah jalanin hubungan dengan cewe yang ud ga virgin. dan itu bukan masalah buat hubungan gw waktu itu. Dan masih brhubungan baik sebagai teman sampe es ese ka aka er ara ng.


yaaa... semuanya sikap hidup sih. terserah mau pilih sikap kaya apa. hidup ,lo ya hidup lo. :P
asal jangan selalu ragu-ragu dan bilang "prihatin" kaya pak Beye aja.hahaha..

gw nulis seperti ini bukan berarti gw pro dengan yang namanya FREE SEX. ga sama sekali.
gw juga masih punya agama yang melarang untuk ngelakuin itu. Walaupun gw ga taat banget ngejalanin perintah agama. setidaknya gw ga bertindak brutal seperti front ini itu. hehe..

dan gw nulis ini juga bukan buat yang namanya TEPE atau apa pun itu.
tapi kalo mau bilang gw TEPE juga terserah. Pikiran lo ya urusan lo.
mending gw mikirin skripsi gw yang belom  kelar daripada mikirin anggepan orang lain tentang gw. :p
Regard..